Satu Lagi Tersangka Pembobol Dana Bank Jateng Cabang Purwokerto Rp Senilai 1,9 M Ditahan

- Selasa, 29 Maret 2022 | 10:21 WIB
TANDATANGANI BERKAS PENAHANAN: Tersangka Olv (51), Komisaris Utama PT PJM Cilacap menandatangani berkas berita acara penahanan di kantor Kajari Purwokerto, Senin sore 28 Maret 2022.(SM Banyumas/dok)
TANDATANGANI BERKAS PENAHANAN: Tersangka Olv (51), Komisaris Utama PT PJM Cilacap menandatangani berkas berita acara penahanan di kantor Kajari Purwokerto, Senin sore 28 Maret 2022.(SM Banyumas/dok)

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com-Satu lagi tersangka dugaan korupsi dengan pola membobol dana Bank Jateng Cabang Purwokerto senilai Rp 1,9 Miliar, ditahan penyidik Kejaksaan Negeri Purwokerto, Senin sore, 28 Maret 2022.

Tersangka kedua yang ditahan adalah Olv (51), warga Perum Bukit Vila Panoroma Purwosari, Baturaden. Ia merupakan Komisaris Utama PT PJM Cilacap, perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi.

Saat diperiksa di kantor kejaksaan, ia didampingi penasehat hukum dan keluarga bersifat kooperatif. Tersangka kemudian dititipkan di Rutan Banyumas.

Baca Juga: Zelensky : Kedaulatan dan Integeritas Ukraina Prioritas Kami

Kepala Kejari Purwokerto Sunarwan mengungkapkan, tersangka kedua juga ditahan setelah pemberkasan lengkap dan dilanjutkan pelimpahan dari penyidik ke penuntut umum.

"Tersangka melakukan penyalahgunaan dana Bank Jateng Cabang Purwokerto senilai Rp 1.952, 014.335. Modusnya menggunakan Cessie atau dokumen palsu, saat yang bersangkutan menjadi komisaris utama kontraktor PT PJM Cilacap," terang Kajari.

Tersangka Olv melakukan korupsi bersama tersangka karyawannya PDP (31) yang juga sudah ditahan lebih dulu di Rutan Banyumas.

Baca Juga: Ditemukan Indikasi Perbuatan Melawan Hukum, Penggunaan Dana Eks PNPM MP dan DD Kecamatan Kedungbanteng

Penetapan kedua tersangka korupsi Bank Jateng Cabang Purwokerto, setelah penyidik tipikor melakukan penyidikan, kemudian memeriksa 10 orang saksi dan menyita sejumlah dokumen, dan menetapkan dua tersangka.

Perkara ini berawal pada tahun 2020, PT PJM selaku kontraktor mendapat pekerjaan pembangunan fasilitas dan sarana dari PT Pertamina di Tegal dengan nilai pembiayaan Rp 6,5 miliar.

Untuk pembiayaan proyek tersebut PT PJM menjaminkan surat perintah kerja (SPK) dari pemberi pekerjaan di Bank Jateng Cabang Purwokerto sebanyak Rp 6,5 miliar.

Baca Juga: Reza Arap Serahkan Rp 950 Juta Sumbangan dari Doni Salmanan ke Polisi

Pembayaran proyek tersebut oleh pihak pemberi pekerjaan atau Pertamina dibayarkan tiga termin.

Namun pada pembayaran termin ketiga atau terakhir sebanyak Rp 1,9 miliar, diambil oleh pelaku dengan menggunakan Cessie atau dokumen palsu yang seolah olah bukan pekerjaan Pertamina tapi dari pembayaran proyek lain.

Kasus itu terungkap setelah pihak Bank Jateng Cabang Purwokerto selaku pemberi biaya melakukan konfirmasi ke pihak Pertamina pada akhir tahun 2020.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X