23 Pelaku Pencurian Pemberatan Ditangkap

- Kamis, 17 Maret 2022 | 07:46 WIB
MOTOR CURIAN: Sejumlah barang bukti sepeda motor curian ditunjukkan pada media saat ungkap kasus curat dan curanmor di Mapolresta Banyumas, Rabu 16 Maret 2022.(SM Banyumas/Dian Aprilianingrum)
MOTOR CURIAN: Sejumlah barang bukti sepeda motor curian ditunjukkan pada media saat ungkap kasus curat dan curanmor di Mapolresta Banyumas, Rabu 16 Maret 2022.(SM Banyumas/Dian Aprilianingrum)
PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com - Sebanyak 23 pelaku pencurian dengan pemberatan spesialis permukiman dan tempat kost berhasil ditangkap Sat Reskrim dan Unit Reskrim Polsek jajaran Polresta Banyumas
 
Mereka adalah pelaku yang mencuri sepeda motor, laptop, handphone dan burung di berbagai lokasi di wilayah Polresta Banyumas antara bulan Februari Maret 2022. 
 
Kapolresta Banyumas Kombes Edy Suranta Sitepu dalam keterangannya kepada wartawan bersama guru besar hukum pidana Unsoed Prof Dr Hibnu Nugroho para Kasat, Rabu 16 Maret 2022, 23 tersangka yang ditangkap merupakan pelaku curat yang berasal dari 17 kasus yang berhasil diungkap.
 
 
"Dari para pelaku yang ditangkap, beberapa diantaranya yakni ada tersangka yang sudah empat menjadi residivis. Mdreka melakukan aksinya di permukiman penduduk baik komplek perumahan maupun tempat indekost di wilayah Banyumas, dengan rentang kejaduuan antara pukul 17.00- 02.00," jelas Kombes Edy Sitepu.
 
Dari berbagai kasus yang terungkap, lanjut dia, modus operandi yang dilakukan para tersangka saat melakukan aksinya adalah mengambil barang dengan cara mendorong kendaraan hasl curian.
 
Ada juga dengan mencongkel jendela rumah, masuk ke rumah dengan cara memanjat tembok dan merusak pintu. Atau pelaku masuk ke rumah dengan cara merusak pintu depan/rolling door.
 
 
Kapolresta menambahkan dari pelaku yang ditangkap, polisi menyita barang bukti diantaranya dua unit mobil yakni Toyota Avanza dan Honda Brio yang dipakai sarana melakukan kejahatan dan 17 unit sepeda motor dan sejumlah HP.
 
"Para tersangka dijerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan yakn Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 7 tahun.
 
Dan untuk yang pencurian dengan kekerasan dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 9 tahun," jelas Kombes Edy Sitepu.
 
 
Sementara Prof Hibnu Nugroho yang hadir dalam konferensi pers menyatakan dalam situasi pandemi Covid-19, kejahatan tetap meningkat, bukan menurun.
 
Dari sisi kriminologi, meningkatnya kenjahatan harus tahu penyebabnya. Apakah karena lingkungan atau karena kelengahan kita.
 
Kalau kejahatan terjadi akibat kelengahan, kata Hibnu, maka yang harus dilakukan adalah kita harus jadi polisi sendiri. Yakni kalau pergi rumah dikunci.
 
 
Memarkir motor di tempatnya dan dikunci. Kalau pergi juga lapor ke RT. 
 
Menurut dia kejahatan meningkat bisa juga karena faktor kebutuhan dan situasi.
 
Seperti harga-harga mahal, ekonomi sulit. Faktor ini yang menimbulkan kejahatan karena kebutuhan dan kelengahan.
 
 
"Jelang puasa/lebaran harus antisipasi. Harus menjaga kamtibmas. Dalam situasi seperti ini, kejahatan kecil (prety crime) betul-betul meresahkan.
 
Sebab akan menimbulkan kegelisahan. Situasi gelisah akan membuat situasi tidak aman dan kerja tidak nyaman. Ini memberi peringatan, mari sama-sama jadi polisi sendiri guna menjaga lingkungan," terang Hibnu.***

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X