Perajin Tahu Masih Keluhkan Tingginya Harga Kedelai dan Minyak Goreng

- Rabu, 16 Maret 2022 | 16:07 WIB

 

 

BANYUMAS, suaramerdeka-banyumas.com-Perajin tahu asal Kabupaten Banyumas hingga kini masih mengeluhkan tingginya harga kedelai dan minyak goreng.

Mereka terpaksa mengecilkan ukuran tahu untuk menghindari kerugian usaha akibat masih mahalnya bahan baku tahu tersebut.

Perajin sekaligus pedagang tahu asal Desa Cikembulan, Kecamatan Pekuncen, Rasiti mengatakan kenaikan harga kedelai telah terjadi sejak sebulan lalu.

Baca Juga: KPM Terima Bansos Program Sembako secara Tunai Dinilai Lebih Efektif

Harga kedelai yang sebelumnya kurang dari Rp 10 ribu, sekarang telah mencapai angka Rp 12 ribu perkilogram.

"Bisa dibilang harga naik setiap hari. Kemarin harga Rp 12 ribu, tadi baru saja ada kabar kalau di Pasar Karanglewas sudah naik Rp 12.200 dan bisa jadi nanti sampai Pasar Cilongok ini jadi Rp 12.500," katanya.

Dijelaskan Rasiti, selain bahan baku kedelai, perajin tahu juga butuh minyak goreng untuk memproduksi tahu goreng. Sementara harga minyak goreng saat ini juga tinggi.

Baca Juga: Pasca Banjir Sumpiuh dan Kemranjen, PT KAI Daop V Purwokerto Antisipasi Daerah Rawan Bencana

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X