Hindari Masalah Sampah, Pemkab Optimalkan TPST

- Selasa, 8 Maret 2022 | 18:31 WIB
PILAH SAMPAH: Pekerja memilah sampah di konveyor sampah TPST  Gunung Tugel Desa Kedungrandu, Patikraja, Senin  7 Maret 2022. (SMBanyumas/Dian Aprilianingrum)
PILAH SAMPAH: Pekerja memilah sampah di konveyor sampah TPST Gunung Tugel Desa Kedungrandu, Patikraja, Senin 7 Maret 2022. (SMBanyumas/Dian Aprilianingrum)

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com - Pemerintah Kabupaten Banyumas terus berupaya meminimalisasi masalah sampah dengan mengoptimalkan operasional Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST).

Sampah yang masuk ke TPST akan melalui proses pengolahan sampah dengan cara pemilahan sampah organik dan unorganik.

Sampah organik juga akan dimanfaatkan sebagai pakan maggot, kemudian untuk sampah unorganik (plastik dan sejenisnya) dibakar yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk produksi paving.

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, Pemkab Banyumas membuat TPSP supaya tidak ada lagi tempat pembuangan akhir di Banyumas.

Baca Juga: Diluncurkan, Aplikasi Jeknyong Jemput Sampah Secara Online di Banyumas

"Kita menghindari TPA karena ini yang selalu bermasalah, sehingga pemkab membuat TPSP," katanya saat meninjau TPST Gunung Tugel Desa Kedungrandu, Patikraja, Senin 7 Maret 2022.

Bupati mengatakan, di Banyumas sudah mencapai 90 persen sampah yang masuk pengolahan sampah atau dari 142 truk sampah tiap hari, sampah yang masuk ke TPA tinggal 12 truk.

TPST juga dinilai lebih efektif karena olahan sampah organik untuk bahan baku paving, sedangkan sampah organik untuk kompos atau pupuk dan sebagian dapat digunakan untuk pakan maggot.

Baca Juga: Banyumas Sedang Bangun TPA BLE, Ada Pengelolaan Sampah Terpadu, Kolam Lele Bahkan Ada Kolam Renangnya...

Halaman:

Editor: Puji Purwanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jembatan Lopasir Penghubung Adisara-Karanglewas Longsor

Minggu, 27 November 2022 | 05:59 WIB
X