PTM Seratus Persen Tunggu Perkembangan Covid-19

- Jumat, 4 Maret 2022 | 15:09 WIB
PTM TERBATAS : Sejumlah siswa di salah satu SD di Kabupaten  Banyumas mengikuti uji coba PTM terbatas. (SMBanyumas/Budi Setyawan)
PTM TERBATAS : Sejumlah siswa di salah satu SD di Kabupaten Banyumas mengikuti uji coba PTM terbatas. (SMBanyumas/Budi Setyawan)

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com-Hingga sekarang belum ada kepastian terkait kapan pembelajaran tatap muka (PTM) jenjang SMA/SMK/SLB di Kabupaten Banyumas bisa dilaksanakan secara penuh atau seratus persen.

Saat ini kegiatan PTM pada jenjang SMA/SMK/SLB masih dilaksanakan sebanyak 50 persen dari kapasitas dan dilakukan secara bergantian.

Kasi SMA dan SLB Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, Dwi Sucipto, mengatakan, untuk pembelajaran tatap muka seratus persen kemungkinan itu pasti tetap ada.
 
Baca Juga: Digelar Sederhana, Ini Rangkaian Perayaan Hari Jadi Banjarnegara

Hanya saja, sampai sejauh ini belum diterapkan dan PTM masih berlangsung sebanyak 50 persen.

''Kami sudah melaksanakan rapat koordinasi kaitannya membicarakan PTM.  Pada dasarnya kita tetap berpegang pada SKB 4 menteri, namun juga mengacu pada kebijakan kabupaten,'' ungkapnya, kemarin.

Saat ini kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah yang ada di Banyumas masih menerapkan 50 persen.
 
Baca Juga: Innalillahi, Sudah 21 Warga Banjarnegara Meninggal akibat Covid-19

''Untuk mengubah itu, yakni dari PTM 50 persen ke PTM 100 persen, tentu kita akan mengikuti perkembangan Covid-19 di daerah (kabupaten) dan kebijakan yang ada di daerah (kabupaten),'' tambahnya.

Bila memang kondisi kasus Covid-19 di Kabupaten Banyumas sudah menunjukkan adanya penurunan, menurut dia, kemungkinan bupati juga akan mengambil sikap untuk menyesuaikan dengan kondisi tersebut.

Terkait dengan temuan jumlah kasus Covid-19 yang terjadi di sekolah, khususnya jenjang SMA, SMK maupun SLB, pihaknya mengaku tidak mengetahui secara pasti.
 
 
''Untuk jumlah temuan kasus kita belum tahu, sebab itu cepat sekali perubahan dan perkembangannya,'' ujar dia.

Namun demikian, lanjut dia, setiap kali ditemukan adanya kasus Covid-19 di sekolah, sekolah maupun Cabang Dinas Pendidikan langsung melakukan langkah.

Sementara guna menekan terjadi kasus Covid-19 di sekolah, saat ini inspeksi mendadak (sidak) terkait penerapan protokol kesehatan (prokes) di sekolah terus dilakukan.
 
Baca Juga: Update Gempa Bumi Pasaman Barat, Sementara Jumlah Korban Meninggal Dunia Tujuh Orang

''Bahkan bupati memerintahkan agar sidak yang dilakukan tim gugus Tugas Covid-19 kabupaten minimal 2 sampai 3 sekolah perhari,'' tandasnya.***

Editor: Susanto

Tags

Terkini

Omset UMKM Kerajinan Lidi Binaan PLN Naik 200 Prosen

Minggu, 22 Januari 2023 | 07:10 WIB
X