Korupsi Dana PNPM Kecamatan Kebasen, Kejari Banyumas Tetapkan Dua Tersangka

- Selasa, 8 Februari 2022 | 18:53 WIB
MEMBAWA TERSANGKA: Petugas membawa KK (42), salah satu tersangka kasus korupsi dana PNPM BKAD Kecamatan Kebasen untuk ditahan di Rutan Banyumas, usai pemeriksaan kesehatan di Kejari Banyumas, Selasa, 8 Februari 2022. (SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono)
MEMBAWA TERSANGKA: Petugas membawa KK (42), salah satu tersangka kasus korupsi dana PNPM BKAD Kecamatan Kebasen untuk ditahan di Rutan Banyumas, usai pemeriksaan kesehatan di Kejari Banyumas, Selasa, 8 Februari 2022. (SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono)

Baca Juga: Ini Tujuh Poin Penyesuaian PPKM Oleh Pemerintah Untuk Antisipasi Lonjakan Omicron

"Akibatnya, pemberian permodalan atau pinjaman bagi kelompok simpan pinjam untuk kelompok perempuan tidak optimal dan pengembangan UPK menjadi lambat. Posisi pinjaman saat ini juga dalam keadaan macet," imbuhnya.

Soimah mengatakan, pihak Kejari telah menyita sejumlah barang bukti antara lain sebuah minibus yang digunakan untuk persewaan. 

Selain itu, pihaknya juga menyita uang tunai sebesar Rp 51 juta yang dikembalikan oleh tersangka serta dokumen-dokumen.

Adapun kedua tersangka dijerat dengan pasal 2 primair, pasal 3 Subsidair jo pasal 18 UU No31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun.

Baca Juga: Tangan Kanan Patah Usai Kecelakaan, Ganjar Tetap Bekerja

Guna kepentingan penyelidikan, kedua tersangka langsung ditahan di Rutan Banyumas selama 20 hari ke depan usai menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes usap antigen di kantor Kejari Banyumas.

"Dari hasil penyidikan serta pemeriksaan terhadap para tersangka telah memenuhi syarat-syarat penahanan yang diatur dalam KUHP yaitu perbuatan tersangka diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun," jelas Soimah. 

Selain itu, penahanan juga dilakukan karena dikhawatirkan tersangka akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana sebelumnya dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pada penggunaan dana bergulir PNPM Mandiri Perdesaan.***

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Omset UMKM Kerajinan Lidi Binaan PLN Naik 200 Prosen

Minggu, 22 Januari 2023 | 07:10 WIB
X