Sat Reskrim Polresta Banyumas Ungkap Kabar Bohong Penculikan Santriwati

- Rabu, 26 Januari 2022 | 10:30 WIB
Kanit PPA Satareskrim Polresta Banyumas (SM Banyumas/dok)
Kanit PPA Satareskrim Polresta Banyumas (SM Banyumas/dok)


PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com- Ada-ada saja perilaku yang dilakukan dua santriwati yang mondok di sebuah pondok pesantren di wilayah Kecamatan Kebasen, Banyumas.

Gara-gara tidak betah mondok, keduanya pun kabur.

Santriwati berinisial H (14) dan R (14) kabur ke Wangon dengan cara naik bus.

Baca Juga: Tahun 2022 Masyarakat Kembali Bisa Menikmati KA Bersubsidi, Ini Daftar Tarif KA Bersubsidi

Mereka mengaku menjadi korban penculikan saat mereka sedang membeli jajan di belakang pondok pesantren mereka yang berada di wilayah Kecamatan Kebasen.

Kapolresta Banyumas Kombes Edy Suranta Sitepu melalui Kasat Reskrim Kompol Berry ST mengatakan rupanya pengakuan kedua santriwati tersebut tidak benar alias berbohong.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polresta Banyumas yang menangani perkara ini setelah melakukan pendekatan dan konseling berhasil mengungkap kebohongan dua orang santriwati yang mengaku menjadi korban penculikan dan pemerkosaan lalu dibuang di wilayah Kecamatan Wangon, Jumat 21 Januari 2022.

Baca Juga: Presiden Jokowi Tegaskan Pemerintah Akan Tetap Menghentikan Ekspor Bahan Mentah Minerba

Kompol Berry mengatakan kedua santriwati itu kabur dari pondok pada Kamis ( 20/1) sekitar jam 10.00. Mereka berasal dari Subang Jawa Barat dan satunya dari Cakung Jakarta Timur. Keduanya duduk di bangku kelas 1 setingkat SMP dan masuk sejak Juli 2021 lalu.

"Keduanya kabur lewat pintu belakang pondok dan naik bus menuju Wangon. Mereka kabur karena tidak betah," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X