Cegah Omicron, Sekolah Diminta Jaga Prokes Ketat

- Rabu, 26 Januari 2022 | 05:10 WIB
Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, bersama Kapolres Cilacap AKBP Eko Widiantoro, Dandim 0703/Clp Letkol Inf Andi Afandi, dan Kepala Dinkes Cilacap Pramesti Griana Dewi memberi keterangan pers tentang temuan kasus Omicron di Cilacap, Senin 24 Januari 2022. (SM/Gayhul Dhika)
Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, bersama Kapolres Cilacap AKBP Eko Widiantoro, Dandim 0703/Clp Letkol Inf Andi Afandi, dan Kepala Dinkes Cilacap Pramesti Griana Dewi memberi keterangan pers tentang temuan kasus Omicron di Cilacap, Senin 24 Januari 2022. (SM/Gayhul Dhika)


CILACAP, suaramerdeka-banyumas.com - Untuk mencegah penyebaran Covid-19 varian Omicron, sekolah penyelenggara pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Cilacap diminta untuk tetap menjaga penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat, sebagaimana yang sudah dijalankan selama ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Cilacap, Sadmoko Danardono mengatakan, penerapan prokes ketat menjadi harga mati dalam penyelenggaraan PTM terbatas di tengah pandemi Covid-19, termasuk varian Omicron.

Selama ini, prokes ketat sudah dijalankan di masing-masing sekolah penyelenggara.

Baca Juga: Soal Edy Mulyadi, Ridwan Kamil Unggah Foto Kota Maju Manca dan Rencana Bung Karno Pindahkan IKN ke Kalimantan

"Prokes kan harga mati, sebagai upaya pencegahan yang efektif untuk mencegah penularan Covid-19.

Omicron varian baru dari Covid-19, jadi kita tetap, protokol kesehatan dalam PTM terbatas harus tetap ketat, sekalipun secara umum siswa sudah divaksin," kata Sadmoko Danardono, Selasa 25 Januari 2022.

Pun dengan peranan orang tua, pihaknya terus memberi edukasi guna aktif melakukan pengawasan terhadap anak.

Baca Juga: Susun Materi Pendidikan, Seskoal Kunjungi Museum Soesilo Soedarman

"Paling utama orang tua mengantarjemput anak, kalau tidak bisa, anaknya diberi edukasi, sehingga sama-sama bisa melakukan pencegahan," ujarnya.

Bersamaan dengan itu, pihaknya juga aktif melaksanakan sampling rapid test antigen di sekolah-sekolah, secara berkala.

"Sebelumnya, sudah dilaksanakan, dan ke depan, tentunya secara situasional, akan dilaksanakan lagi," jelasnya.

Baca Juga: Asrama Haji Layak Jadi Tempat Karantina Jemaah Umrah, Lebih Murah dan Punya Ruang Hijau

Sementara itu, mengenai vaksinasi anak dan pelajar di Cilacap, sejauh ini gencar dilakukan.

Menurut Sadmoko, anak usia 6-11 tahun di Cilacap jumlahnya mencapai 177 ribu lebih, meliputi siswa SD maupun MI di Cilacap. Adapun total siswa SMP, SMA dan SMK di Cilacap yang masuk kategori vaksin pelajar itu 101 ribu lebih.

Dijelaskan, vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun, maupun vaksinasi pelajar 12 tahun ke atas, sama-sama sudah memasuki dosis kedua.

Baca Juga: Per Tahun Ada Empat Juta 'Jomblo' Mengakhiri Masa Lajang, Sayang Penghulu Nikah Masih Kurang

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Arus Balik di Jalur Selatan Jawa Mulai Ramai

Kamis, 5 Mei 2022 | 20:03 WIB

Tiga Orang Luka Bakar, Terkena Ledakan Petasan

Selasa, 12 April 2022 | 09:13 WIB

Cilacap Masuk Kabupaten Prioritas Program AIHSP

Kamis, 7 April 2022 | 18:48 WIB
X