Konservasi Lahan Kritis dan DAS Tak Boleh Berhenti

- Senin, 17 Januari 2022 | 23:09 WIB
TANAM POHON: Sejumlah pejabat pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, TNI Polri menanam tanaman pohon penguat sempadan Sungai Krinjing di Desa Samudra, Kecamatan Gumelar Minggu (16/1).
TANAM POHON: Sejumlah pejabat pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, TNI Polri menanam tanaman pohon penguat sempadan Sungai Krinjing di Desa Samudra, Kecamatan Gumelar Minggu (16/1).

 

BANYUMAS, suaramerdeka-banyumas.com- Konservasi lahan kritis dan daerah aliran sungai (DAS) harus terus dilaksanakan dengan memperbanyak menanam pohon. Hal ini penting untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Hal itu disampaikan Kader Lingkungan, Kusno saat penanaman pohon di sempadan Sungai Krinjing, Desa Samudra, Kecamatan Gumelar yang masuk DAS Serayu, Minggu (16/1).

"Untuk konservasi kita tanam mulai dari tanaman beringin, wuni, pucung, menteng, gowok dan cendana bali. Sementara ada juga yang kita bagikan untuk warga terutama tanaman salam. Totalnya ada 234 tanaman," jelasnya.

Baca Juga: Menag: Terapkan Kebijakan Satu Pintu, Pemberangkatan Jemaah Umrah Asal Indonesia Tetap Lanjut!

Kusno berharap kegiatan tanam pohon tidak hanya sebatas formalitas di saat momen tertentu. Pasalnya menanam pohon ini menjadi bagian dari investasi masa depan baik lingkungan, ekologi dan ekonomi.

"Makanya kami dorong agar menanam pohon ini berdasarkan kesadaran dan kemauan untuk berkorban untuk menyayangi bumi. Kalau kita menyayangi bumi dan pohon, alam akan memberikan umpan baik pada kita," katanya.

Camat Gumelar, Arif Triyanto yang turut menanam pohon, menyatakan kegiatan konservasi lahan kritis, rawan longsor hingga sekitar sungai tak boleh berhenti. Ia juga berharap usai menanam, masyarakat bisa menjaganya.

Baca Juga: Soal Menendang Sesajen, Quraish Shihab: Memaki Saja Tidak Boleh, Apalagi Menendang

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X