Diluncurkan, Aplikasi Jeknyong Jemput Sampah Secara Online di Banyumas

- Kamis, 13 Januari 2022 | 05:41 WIB
APLIKASI JEKNYONG DILUNCURKAN: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi Bupati Banyumas Achmad Husein mencoba layanan jemput sampah aplikasi Jeknyong saat peluncuran aplikasi tersebut di Pendapa Si Panji Purwokerto, Rabu 12 Januari 2022.(SM Banyumas/Dian Aprilianingrum)
APLIKASI JEKNYONG DILUNCURKAN: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi Bupati Banyumas Achmad Husein mencoba layanan jemput sampah aplikasi Jeknyong saat peluncuran aplikasi tersebut di Pendapa Si Panji Purwokerto, Rabu 12 Januari 2022.(SM Banyumas/Dian Aprilianingrum)

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meluncurkan aplikasi Ojeke Inyong (Jeknyong) untuk jemput-pembelian sampah anorganik rumah tangga, di Pendapa Si Panji Purwokerto, Rabu 12 Januari 2022.

Jika dalam waktu 3-4 bulan ke depan, sistem pengelolaan dinilai berhasil, maka ini akan ditiru atau dijadikan percontohan untuk semua daerah di Jawa Tengah.

"Di daerah lain sebenarnya ada yang sudah memakai dengan aplikasi, namun tidak terlalu sukses. Misal di Banjarnegara hanya digunakan hanya di satu desa, sehingga tidak bisa menutup operasionalnya. Kalau di Banyumas ini, 3-4 bulan berhasil dengan baik, ini nanti akan kita tiru untuk se-Jateng," kata Ganjar, usai peluncuran.

Baca Juga: Antisipasi Gelombang Omicron, RSUD Cilacap Siapkan Tempat Isolasi dengan Oksigen Sentral

Dia mengatakan, setelah sistem (konsep) disiapkan, aplikasi dibuat dan pengelola sudah ada melalui BUMD PT Banyumas Investama Jaya (BIJ), berikutnya yang membutuhkan edukasi dan kesabaran adalah memilah sampah di rumah tangga. Kemudian membiasakan untuk dilaporkan ke pengelola aplikasi tersebut.

"Kalau di kota-kota besar seperti Semarang, Sola dan Salatiga sudah melalukan model jemput bola, tapi belum memakai sentuhan teknologi," jelasnya.

Menurutnya, pemakaian aplikasi dalam pengelolaan sampah itu bagian dari kecerdasan buatan (artificial intelegent). Sehingga akan lebih memudahkan dan berdampak manfaat lebih besar.

Baca Juga: Kecam Penendangan Sesajen di Lumajang, Aliansi Masyarakat Peduli Budaya Minta Pelaku Serahkan Diri ke Polisi

"Mengelola sampah kuncinya siapa yang mengumpulkan atau kolektor. Kolekter ini yang
konsisten harus dirawat.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Warga Blokade Jalan ke TPA Gunung Cunil

Selasa, 25 Januari 2022 | 18:35 WIB

Guru di Banyumas Mulai Terima Vaksin Booster

Kamis, 20 Januari 2022 | 14:04 WIB

Konservasi Lahan Kritis dan DAS Tak Boleh Berhenti

Senin, 17 Januari 2022 | 23:09 WIB
X