Soal Penendangan Sesajen, Aliansi Masyarakat Banyumas Peduli Budaya Sampaikan Lima Sikap

- Rabu, 12 Januari 2022 | 14:44 WIB
SAMPAIKAN SIKAP: Puluhan warga yang tergabung  Aliansi Masyarakat Banyumas Peduli Bencana melakukan aksi simpatik menyikapi peristiwa viral penendangan dan pembuangan sesajen di lokasi Erupsi Semeru Lumajang Jawa Timur. (SM Banyumas/Dian Aprilianingrum)
SAMPAIKAN SIKAP: Puluhan warga yang tergabung Aliansi Masyarakat Banyumas Peduli Bencana melakukan aksi simpatik menyikapi peristiwa viral penendangan dan pembuangan sesajen di lokasi Erupsi Semeru Lumajang Jawa Timur. (SM Banyumas/Dian Aprilianingrum)
 
BANYUMAS, suaramerdeka-banyumas.com- Puluhan orang yang tergabung adalah Aliansi Masyarakat Peduli Budaya melakukan aksi simpatik menyikapi peristiwa penendangan dan pembuangan sesajen di lokasi Erupsi Semeru Lumajang, Jawa Timur di depan gedung DPRD Banyumas, Rabu 12 Januari 2022.
 
Aliansi ini terdiri dari unsurLESBUMI Banyumas, Forum Nasional Bhineka Tunggal Ika DPC Purwokerto, Paguyuban Gotong Royong Warga Banyumas (GORAMAS), Paguyuban Ebeg Kabupaten Banyumas (PAKUMAS) Pakum, Jagabaya Nuswantara, Kewargian Adat Lemah Wangi, Lare Pandawa,  dan  Teater Esa. 
 
 
Berikut ini lima sikap dari Aliansi Masyarakat Banyumas Peduli Budaya ini:
 
(1) Hak berkebudayaan adalah Hak Azasi Manusia yang dilindungi konstitusi, UUD 19945, No 11 tahun 2005 tentang ratifikasi konvenan ECOSOC sehingga negara wajib melindungi hak warga negara untuk berkebudayaan dan berkeyakinan.
 
(2) perbedaan, termasuk dalam beragama, berkepercayaan dan berkeyakinan adalah Fitrah llahiah.
 

Baca Juga: 15 Bulan Tergolek Sakit, Tapi Masih ada Novel di Kepala Remy Sylado

 
Hal ini senada dengan para pendiri bangsa yang menyematkan "Bhineka Tunggal Ika dalam lambang negara kita, bahwa Indonesia seharusnya menjadi rumah untuk seluruh tumpah darah tanpa membedakan suku, agama, ras dan pilihan politik.
 
(3)sesaji adalah wujud laku budaya, tradisi dan berkepercayaan, sehingga aksi tidak terpuji
berupa perlakuan terhadap sesaji seperti yang viral di media sosial adalah nyata - nyata sebuah
penistaan terhadap laku budaya dan pengingkaran terhadap kebhinekaan yang seharusnya kita
junjung tinggi bersama.
 
 
(4) terkait dengan hal-hal tersebut diatas, kami mendukung Kapolri, Kapolda Jatim dan Kapolres Kumajang untuk mengusut tuntas kejadian/ aksi tidak terpuji tersebut sesuai hukum yang berlaku, agar tidak menjadi preseden yang buruk terhadap kebhinekaan dan kehidupan berkebudayaan serta berkeyakinan.
 
(5) kami mendukung masyarakat Lumajang yang sudah mengadukan / melaporkan peristiwa
tersebut di SPKT Polres Lumajang atas dugaan tindak pidana seperti yang diatur dalam UU ITE pasal 28 ayat 2 dan pasal 56 bagian a KUHP.
 
"Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan sebagai wujud keprihatinan kami dan agar bisa
ditindak lanjuti oleh pihak - pihak terkait," katanya dalam surat penyataan tersebut.***
 
 

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X