Setelah Jadi 'Bakul Peso' Bupati Banyumas Achmad Husein Jadi 'Tukang Ebeg', Ana Apa Iloken...

- Senin, 6 Desember 2021 | 09:14 WIB
BUPATI Banyumas Achmad Husein saat memerankan diri sebagai penari ebeg atau kuda lumping di Festival Ebeg Kreatif dan Kesenian Langka di Gedung Suteja Purwokerto Juma 4 Desember 2021 lalu. (SM Banyumas/dok)
BUPATI Banyumas Achmad Husein saat memerankan diri sebagai penari ebeg atau kuda lumping di Festival Ebeg Kreatif dan Kesenian Langka di Gedung Suteja Purwokerto Juma 4 Desember 2021 lalu. (SM Banyumas/dok)
PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com-Bupati Banyumas Achmad Husein yang sebelumnya telah kondang sebagai bakul peso, kini 'beralih profesi' sebagai tukang ebeg atau penari ebeg.
 
Itulah yang terlihat dalam acara Festival Ebeg Kreatif dan Festival Kesenian Langka Sabtu, 4 Desember 2021 di Gedung Soeteja Purwokerto. 
 
Festival sendiri dilaksanakan secara virtual melalui YouTube dimana kelompok kesenian diberikan kesempatan untuk tampil dengan durasi 15 hingga 20 menit.
 
Pada ajang penganugerahan ini, 2 kelompok seni Ebeg dan 1 seni langka terbaik diberi kesempatan untuk tampil secara luring dihadapan Bupati, para tokoh seni dan penonton secara terbatas.
 
 
Bupati mengatakan, tujuan utama sebagai apresiasi dan ikhtiar pelestarian seni tradisional Banyumasan serta sebagai manifestasi kepedulian Pemkab terhadap seniman tradisional yang secara ekonomi terpapar kondisi pandemi Covid-19.
 
Bupati juga berharap agar seni budaya tidak punah harus bisa inovatif tanpa menghilangkan tradisi yang ada. Para seniman dihimbau tidak kaku pada pakem, namun juga disesuaikan dengan selera pasar.
 
"Saat ini para milinial suka yang praktis, sehingga para seniman harus tahu pasar. Karena kalo hanya berkutat pada pakem kemungkinan akan ditinggalkan. Tadi saya melihat penampilan Ebeg yang cukup inovatif, pemainnya begitu menghayati sehingga enak untuk disaksikan," kata Bupati.
 
 
Bupati menambahkan adanya festival seni kreatif ini adalah inisiatifnya yang didasari pada keluhan para seniman khususnya Ebeg yang tidak bisa pentas selama hampir 2 tahun.
 
Maka dia memerintahkan Dinporabudpar untuk menggelar kegiatan ini.
 
Usai memberikan sambutan Bupati Banyumas Achmad Husein mengundang Pembina Pakumas Suherman, Kepala Dinporabudpar, pegiat seni Edi Romadon, Jarot Setyoko, dan undangan lainnya untuk naik panggung dan didaulat untuk ikut menari Ebeg yang dipandu oleh Pemain Ebeg dari kelompok Kidang Kencana Desa Karangtengah kecamatan Baturraden.
 
 
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas Asis Kusumandani mengatakan bahwa festival Ebeg diikuti sebanyak 66 kelompok seni, sedangkan kesenian langka diikuti sebanyak 15 kelompok.
 
Kegiatan ini digelar bekerja sama dengan Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas (DKKB) dan Paguyuban Ebeg Banyumas (Pakumas).
 
"Semua peserta yang mengikuti lomba mendapatkan dana stimulan sebesar masing-masing Rp 5 juta dipotong pajak," katanya.
 
 
Sementara untuk para pemenang mendapatkan hadiah untuk juara 1 sebesar Rp 5,5 juta juara 2 Rp 5 juara 3 Rp 4,5. Sedangkan juara harapan 1 Rp 3 juta juara harapan 2 Rp 2,5 juta dan juara  harapan 3 Rp 2 juta
 
Ketua Umum Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas (DKKB) Sadewo Tri Lastiono menyatakan, dua festival seni tradisi tersebut menunjukkan komitmen Pemkab Banyumas yang sangat besar terhadap seni tradisional Banyumasan, sekaligus terhadap kondisi susah para seniman yang diakibatkan pandemi Covid-19. 
 
Sadewo yang juga Wakil Bupati Banyumas tersebut berharap, festival seperti itu bisa dilakukan secara rutin. Tidak harus setiap tahun, tapi bisa dilakukan setiap 2 tahun sekali.  
 
 
Sadewo mengaku belum semua kelompok tersentuh bantuan pada kegiatan ini, tetapi kegiatan-kegiatan seperti ini bisa menstimulasi para seniman untuk terus berkesenian secara kompetitif. 
 
"Untuk kelompok ebeg saja, ada 500-an kelompok yang terdaftar, walaupun yang aktif sekitar 257 kelompok. Itu belum termasuk kelompok lengger, kelompok calung, kelompok pedalangan dan kelompok seni tradisi lainnya,” terangnya.***
 

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Warga Blokade Jalan ke TPA Gunung Cunil

Selasa, 25 Januari 2022 | 18:35 WIB

Guru di Banyumas Mulai Terima Vaksin Booster

Kamis, 20 Januari 2022 | 14:04 WIB

Konservasi Lahan Kritis dan DAS Tak Boleh Berhenti

Senin, 17 Januari 2022 | 23:09 WIB
X