Cegah Erosi, Indonesia Power Hijaukan Hulu Serayu dengan 17 Ribu Tanaman Bibit Kopi

- Selasa, 30 November 2021 | 07:18 WIB
TANAM KOPI: GM PT Indonesia Power Mrica PGU PS Kuncoro bersama Plh Bupati Banjarnegara  Syamsudin bersiap menanam bibit kopi dalam program Hijaunesia Power di Desa  Pegundungan, Kecamatan Pejawaran. (SM Banyumas/Castro Suwito)
TANAM KOPI: GM PT Indonesia Power Mrica PGU PS Kuncoro bersama Plh Bupati Banjarnegara  Syamsudin bersiap menanam bibit kopi dalam program Hijaunesia Power di Desa  Pegundungan, Kecamatan Pejawaran. (SM Banyumas/Castro Suwito)
BANJARNEGARA, suaramerdeka-banyumas.com- Sebanyak 17.000 bibit tanaman kopi jenis arabika ditanam PT Indonesia Power di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu.
 
Tanaman tersebut sebagai upaya untuk konservasi air sekaligus mencegah erosi dan longsor di kawasan tangkapan air. 
 
General Manager PT Indonesia Power Mrica PGU PS Kuncoro mengatakan, sesuai program Kementerian BUMN yang kemudian diimplementasikan oleh Dirut PLN dan Dirut PT Indonesia Power, dilakukan penghijauan sebagai upaya konservasi sumber daya air dan konservasi lahan.
 
 
Salah satunya dengan program penanaman kopi sebanyak 17.000 bibit di kawasan hulu DAS Serayu.
 
“Kami alokasikan di wilayah operasional Mrica PGU secara bertahap,” katanya, saat pencanangan program Hijaunesia Power dan Peresmian Knowledge Center di Desa Pegundungan, Kecamatan Pejawaran.
 
Dikatakan, sebagai perusahan pembangkit listrik tenaga air, Indonesia Power memiliki kewajiban untuk menjaga kawasan hulu dan hilir. Penghijauan di kawasan hulu ini akan menjaga wilayah tangkapan air sehingga akan menunjang produksi listrik PLTA. Selain itu, upaya ini juga akan memberikan manfaat kepada masyarakat.
 
 
“Dengan adanya tanaman, maka saat turun hujan airnya bisa terserap ke tanah dan diikat oleh akar tanaman. Jadi mengurangi erosi dan sedimentasi di sungai dan waduk.
 
Air yang tersimpan juga menjadi persediaan air tanah bagi masyarakat,” paparnya.
 
Dipilihnya tanaman kopi, lanjut Kuncoro, karena selain untuk manfaat konservasi juga hasilnya memiliki nilai ekonomi tinggi. Indonesia Power juga ikut mendampingi kelompok petani dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi dari komoditas kopi. 
 
 
“Kami bersama pemerintah daerah mendampingi proses produksi, pascaproduksi hingga pemasaran. Selain dengan pelatihan dan bantuan peralatan, kami juga bantu bawa kopi petani dalam beberapa even pameran,” ujarnya.
 
Plh Bupati Banjarnegara Syamsudin mengaku sangat bersyukur karena semangat konservasi terus berkembang.
 
Menurutnya, Desa Pegundungan sudah menjadi model keberhasilan konservasi dengan tanaman kopi.
 
 
Komoditas kopi juga berhasil mengangkat perekonomian warga. Dikatakan, tanaman kopi sangat cocok untuk konservasi lahan. 
 
Perakarannya sangat kuat mengikat tanah sehingga bagus untuk di tanam di lereng-lereng yang rawan longsor.
 
“Dan sekarang, hampir semua lereng-lereng sudah mulai ditanami kopi,” katanya.***
 
 

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

15.000 Bibit Pohon Ditanam di Dataran Tinggi Dieng

Minggu, 8 Januari 2023 | 21:45 WIB

SICB Kerahkan Anggota Bantu Bersihkan Pasar Darurat

Minggu, 8 Januari 2023 | 21:40 WIB

Polres Banjarnegara Ringkus Begal Taksi Online

Selasa, 3 Januari 2023 | 07:41 WIB

Ganjar Pranowo Kick Off 29 Desa Antikorupsi

Sabtu, 17 Desember 2022 | 05:57 WIB
X