Polemik Video OTT Makin Heboh, Bupati Banyumas Disarankan Diam dan Tidak Buat Komentar untuk Sementara

- Selasa, 16 November 2021 | 21:11 WIB
Bupati Banyumas Achmad Husein saat meminta KPK mengundang terlebih dahulu kepala daerah sebelum OTT. (Tangkapan layar tiktok @_geepeee)
Bupati Banyumas Achmad Husein saat meminta KPK mengundang terlebih dahulu kepala daerah sebelum OTT. (Tangkapan layar tiktok @_geepeee)

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com - Polemik potongan video pernyataan Bupati Banyumas Achmad Husein saat rapat koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Semarang yang viral belakangan ini, masih terus berlanjut.

Beragam komentar baik yang pro kontra terus ramai media sosial, termasuk pada akun pribadi Achmad Husein baik di Instagram maupun Facebook.

Pada akun @ir_achmadhusein contohnya, Bupati juga terlihat rajin menanggapi atau membalas komentar atas sejumlah pertanyaan dan obrolan dari warganet.

Agar kehebohan ini tidak berlarut-larut dan situasi di daerah kembali kondusif, Ketua DPRD Banyumas, Budhi Setiawan menyarankan untuk sementara waktu bupati diam dan tak perlu mengeluarkan komentar lanjutan.

Baca Juga: Realisasi Pemulihan Ekonomi Nasional Sudah 65 Prosen

"Sekarang harusnya (bupati-red) diam, nggak usah komen-komen dulu. Dan selanjutnya lebih hati-hati lagi dan tetap lempeng tur mempeng," katanya dalam wawancara melalui aplikasi pesan, Selasa, 16 November 2021.

Dampak video bupati yang heboh dan viral itu, Budhi mengaku juga banyak menerima pertayaan dari berbagai pihak.

Bahkan ada yang meminta tanggapan langsung dari dirinya.

Menurutnya, karena posisi kepala daerah, pejabat daerah, pimpinan dan anggota Dewan adalah bagian dari pejabat publik dan tokoh masyarakat, maka, dalam berucap dan bertindak harus lebih hati-hati dan dicerna mendalam lebih dulu, kemungkinan-kemungkinan dampak yang timbul, seperti kasus potongan video ini.

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Warga Blokade Jalan ke TPA Gunung Cunil

Selasa, 25 Januari 2022 | 18:35 WIB

Guru di Banyumas Mulai Terima Vaksin Booster

Kamis, 20 Januari 2022 | 14:04 WIB

Konservasi Lahan Kritis dan DAS Tak Boleh Berhenti

Senin, 17 Januari 2022 | 23:09 WIB
X