Pahlawan Ganteng Asal Purbalingga Ini Mati Muda Digantung di Singapura Saat Operasi Dwikora

- Minggu, 7 November 2021 | 13:35 WIB
Pahlawan asal Purbalingga Usman Janatin yang bertugas di Operasi Dwikora dan mati muda dalam tiang gantungan Pengadilan Singapura 1968.(SM Banyumas/dok).
Pahlawan asal Purbalingga Usman Janatin yang bertugas di Operasi Dwikora dan mati muda dalam tiang gantungan Pengadilan Singapura 1968.(SM Banyumas/dok).

 

USIANYA baru 25 tahun. Pemuda ini tampak tegar meskipun tali gantungan menjerat lehernya. Dia tidak sendiri, rekannya, Harun juga berdampingan menjemput maut.

Pada 17 Oktober 1968, keduanya dihukum gantung di Penjara Changi, Singapura. Tapi pemerintah Indonesia menetapkan mereka menjadi pahlawan nasional.

Pemuda gagah asal Purbalingga itu bernama Sersan Dua KKO (Anumerta) Usman Jannatin bin H. Muhammad Ali.

Baca Juga: Ini Langkah Densus 88 Terhadap Aktivitas LAZ ABA yang Diduga Himpun Dana Untuk Teroris

Ia lahir di Dukuh Tawangsari, Desa Jatisaba, Kecamatan Purbalingga, Jawa Tengah, pada 18 Maret 1943.

Dia lulus Sekolah Calon Tamtama KKO-AL (Secatamko) di Malang pada tahun 1962.

Tugas pertama Janatin yaitu mengikuti Operasi Sadar di Irian Barat untuk memastikan penyerahan kekuasaan berjalan lancar.

Baca Juga: Soedirman, Ini Sosok Pahlawan Asal Purbalingga yang Namanya Diabadikan Berbagai Penjuru Tanah Air

Pada 1965, dia tergabung dalamtugas Operasi Dwikora saat konfrontasi dengan Malaysia.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ketua Dewan: Vaksin Booster Sangat Penting

Selasa, 25 Januari 2022 | 18:03 WIB

Golkar Purbalingga Gaet Anak Muda

Minggu, 23 Januari 2022 | 19:15 WIB

Usai Tabrak Motor, Mobil Pikap Seruduk Rumah

Rabu, 19 Januari 2022 | 17:09 WIB

Tabrakan, Grandmax dan Avanza Remuk

Senin, 17 Januari 2022 | 23:44 WIB

Pamit Ambil Rapor, Alifa Belum Pulang Enam Hari

Selasa, 11 Januari 2022 | 08:26 WIB
X