Abrasi di Pantai Kemiren dan Tegal Kamulyan Semakin Parah

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 19:53 WIB
Dandim 0703/Cilacap Letkol Inf Andi Ang Andi meninjau kondisi Pantai Kemiren yang terkena abrasi, Rabu 14 Oktober 2021.(SM Banyumas/Gayhul Dhika) .
Dandim 0703/Cilacap Letkol Inf Andi Ang Andi meninjau kondisi Pantai Kemiren yang terkena abrasi, Rabu 14 Oktober 2021.(SM Banyumas/Gayhul Dhika) .
CILACAP, suaramerdeka-banyumas.com-Abrasi terus terjadi di sekitar Pantai Kemiren dan Pantai Tegal Kamulyan, Cilacap.
 
Kondisi itu membuat banyak pohon di sekitar Pantai roboh, bahkan sampai menjebol tanggul. 
 
Saat meninjau lokasi abrasi Rabu (13/10/2021), Komandan Kodim 0703/Cilacap Letkol Inf Andi Afandi mengatakan, rusaknya tanggul di wilayah tepi Pantai Kemiren dan Pantai Tegal Kamulyan, berdampak bagi warga masyarakat yang tinggal di sekitarnya. 
 
Di lokasi, banyak pepohonan seperti pohon cemara laut yang roboh, tanggul pantai jebol, juga tempat usaha milik warga yang rusak, akibat kuatnya terjangan ombak Laut Selatan Cilacap.
 
 
Ia mengatakan, faktor cuaca dan alam menjadi penyebab utama tingginya air laut sehingga berdampak terhadap rusaknya tanggul dan pepohonan yang berada di tepi pantai.
 
"Kita bersama dengan Pemda, BPBD, dinas instansi terkait serta stakeholder ataupun para pengusaha yang ada di sekitar wilayah ini akan berupaya untuk mencari solusi terbaik agar kedepan dampak dari abrasi air laut ini tidak mengancam keselamatan warga," tutur Dandim. 
 
Terpisah, Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji mengatakan, penanganan abrasi  sudah diusulkan kepada Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) sejak dua tahun yang lalu.
 
 
Menurutnya,  BBWSSO sebenarnya  merencanakan pembenahan pada tahun ini.
 
"Sebenarnya mau tahun ini, menurut jawaban dari BBWS. Tapi kena refocusing. Tapi ini lagi diusulkan kembali," kata dia.
 
Ia khawatir, bila kondisi itu dibiarkan abrasi akan bertambah, dan bisa berdampak pada warga di yang tinggal di sana.
 
 
Meski wilayah yang terkena abrasi merupakan lahan TNI, namun ia akan ikut mencari solusi menangani abrasi. 
 
"Tanah itu lahan TNI, tapi walaupun bagaimana, saya sebagai bupati, akan terus memperjuangkan," ujarnya.
 
Sementara nelayan di sekitar Pantai Kemiren Sudir, berharap pemerintah dapat membangun pemecah ombak (break water) dan tanggul, guna mengatasi abrasi.
 
 
Menurutnya jika tidak segera ditangani abrasi akan semakin parah.
 
"Tolong disampaikan kami butuhnya itu, sebab karena abrasi perahu juga sulit mendarat di sini, puluhan pohon cemara laut, dan pandan juga sudah hilang diterjang ombak," ungkapnya. ***
 
 

Editor: Susanto

Tags

Terkini

Ada Siswa Terpapar Covid, PTM di Cilacap Jalan Terus

Selasa, 28 September 2021 | 22:17 WIB
X