Kantongi Sabu-Sabu, Supir Beko Asal Cibangkong Diciduk Polisi

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 15:42 WIB
 TERSANGKA KEPEMILIKAN SABU: Polisi Polres Purbalingga mengamankan satu tersangka kasus kepemilikan sabu-sabu. (SM/dok)
TERSANGKA KEPEMILIKAN SABU: Polisi Polres Purbalingga mengamankan satu tersangka kasus kepemilikan sabu-sabu. (SM/dok)

PURBALINGGA, suaramerdeka-banyumas.com - D alias S (29) seorang sopir beko Desa Cibangkong, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumasditangkap Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Purbalingga karena kedapatan mengantongi sabu-sabu

Wakapolres Purbalingga Kompol Sopanah dalam keterangan pers, Rabu (13/10/2021) mengungkapkan, tersangka diamankan berikut barang buktinya jenis narkoba di salah satu rumah kos wilayah Kecamatan Bukateja Rabu 6 Oktober 2021 malam.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan warga yang mencurigai adanya pengguna narkoba. Kemudian dilakukan observasi dan penyelidikan oleh Satres Narkoba.

Baca Juga: Sebelum Muktamar NU Ke-34 Desember 2021, Ini Ketua Umum PBNU dari Masa ke Masa

"Akhirnya tersangka berhasil diidentifikasi dan diamankan berikut barang buktinya," imbuhnya.

Dari tersangka polisi mengamankan barang bukti berupa satu plastik klip transparan berisi narkotika jenis sabu seberat 0,50 gram, satu unit gawai, satu kartu ATM, gunting, satu bungkus sedotan warna putih dan buntalan lakban warna hitam serta satu unit sepeda motor.

Tersangka sehari-hari bekerja sebagai operator ekskavator di Bukateja. Dia mengaku membeli sabu secara daring kepada seseorang yang tidak dikenal.

Baca Juga: Tim Thomas Hadapi Satu Pertandingan Penyisihan Grup A

"Setelah barang sampai kemudian dipakai bersama dengan teman-temannya," katanya.

Tersangka mengaku sudah tiga kali memesan narkotika jenis sabu secara daring. Hingga akhirnya berhasil diidentifikasi dan diamankan petugas.

Wakapolres menambahkan polisi menjerat tersangka dengan Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) atau Pasal 127 ayat (2) huruf (a) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca Juga: Soal Gempa Bumi Pacitan, Ini Penjelasan Detail BMKG

Ancaman hukuman pasal tersebut pidana penjara paling sedikit empat tahun dan paling lama 12 tahun. Serta pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 10 miliar.***

 

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Purbalingga Sabet Juara 3 IDSD dan Krenova

Jumat, 26 November 2021 | 20:20 WIB

Lagi, Penunggak Pajak Rp 44 Juta Disita Kantor Pajak

Jumat, 26 November 2021 | 15:50 WIB

180 Santri Ikuti Vaksinasi Covid-19

Rabu, 24 November 2021 | 13:58 WIB

Lima Rumah Rusak Diterjang Tanah Longsor di Purbalingga

Minggu, 14 November 2021 | 07:27 WIB

Warga Purbalingga Ditemukan Tewas di Dalam Sumur

Jumat, 12 November 2021 | 11:53 WIB
X