Empat Hari Hilang, Warga Jipang Ditemukan Meninggal Dunia Tenggelam di Sungai Banjaran

- Sabtu, 25 September 2021 | 05:03 WIB
EVAKUASI JENAZAH: Tim Gabungan Tagana, Pramuka Peduli dan aparat lainnya saat mengevakuasi jenazah warga Jipang, Karanglewas yang meninggal dunia di Sungai Banjaran Karangtengah Baturraden Jumat 24 September 2021 (SM Banyumas/dok Tagana Banyumas)
EVAKUASI JENAZAH: Tim Gabungan Tagana, Pramuka Peduli dan aparat lainnya saat mengevakuasi jenazah warga Jipang, Karanglewas yang meninggal dunia di Sungai Banjaran Karangtengah Baturraden Jumat 24 September 2021 (SM Banyumas/dok Tagana Banyumas)

BANYUMAS, suaramerdeka-banyumas.com-Angki Prakas Setiawan (25) warga Desa Jipang, Kecamatan Karanglewas yang dikabarkan hilang sejak 20 September 2021 lalu akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi tim pencari di Sungai Banjaran, Desa Karangtengah, Baturraden pada Jum'at sore 24 September 2021.

Perangkat Desa Jipang, Anantio mengatakan setelah dinyatakan hilang di wilayah Baturraden sejak 20 September 2021 pihak pemerintah bdesa memang belum bisa memastikan meninggal dunia

"Untuk itulah kita turut serta memantau perkembangan pencarian yang dilaksanakan warga dan petugas pencari, " jelasnya. 

Baca Juga: Ini Fakta-fakta di Seputaran Sejarah Hari Tani Nasional, UUPA, 24 September

Koordinator Tagana Banyumas, Ady Candra mengatakan pihaknya dan polisi menerima infomasi adanya orang terperosok dan tenggelam ke Lereng diatas Curug Gede pada hari Kamis, 23 September 2021 pukul 12.30.

Tim gabungan antara dari Tim Inafis Polresta Banyumas, kemudian bersama dengan Relawan Gabungan melakukan pencarian dari atas jalan raya Baturraden - Kedungbanteng turun menggunakan tali mencari di sekitaran lereng jalan tersebut dengan ketinggian 40 meter sampai ke lerang adalah Sungai Banjaran di atas Curug Gede.

Tim sudah melakukan pencarian dengan teliti bahkan sampai ke gua di bagian bawah lereng namun tidak ditemukan.

Baca Juga: Chika JKT48 Ulang Tahun Banjir Doa dan Komentar

Mengingat kondisi hujan lebat, maka pencarian dihentikan karena sangat berbahaya berada di bawah lereng di mana tepat di aliran Sungai Banjaran yang sewaktu - waktu debit air meningkat tanpa disadari.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Terkini

X