Jenguk Siswa Isoter di SMP 4 Mrebet, Ganjar Pranowo: Jangan Stres, Anggap Saja 'Camping'

- Kamis, 23 September 2021 | 08:39 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjenguk siswa SMPN 4 Mrebet, Kecamatan Mrebet, yang sedang menjalani isolasi terpusat (isoter) karena terpapar Covid-19, Rabu 22 September 2021 malam.(SM Banyumas/Susanto)..
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjenguk siswa SMPN 4 Mrebet, Kecamatan Mrebet, yang sedang menjalani isolasi terpusat (isoter) karena terpapar Covid-19, Rabu 22 September 2021 malam.(SM Banyumas/Susanto)..
 
PURBALINGGA, suaramerdeka-banyumas.com-Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menjenguk siswa SMP 4 Mrebet, Kecamatan Mrebet, yang sedang menjalani isolasi terpusat (isoter) karena terpapar Covid-19, Rabu 22 September 2021 malam.
 
Dalam kesempatan tersebut Ganjar juga berdialog dengan siswa SMP 4 Mrebet yang sedang menjalani isolasi. 
 
“Tidak usah stress anggap saja ini camping (berkemah) di sekolah. Karena anak-anak kondisinya juga baik dan didampingi petugas kesehatan,” ungkapnya.
 
 
Pada kesempatan itu, Ganjar mengusulkan agar setiap sekolah memiliki Satgas Penanganan Covid-19.
 
Langkah itu perlu diambil untuk mengantisipasi adanya kluster sekolah terutama menjelang pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
 
“Saya usulkan agar setiap sekolah punya Satgas Covid-19. Karena ini perlu untuk melaksanakan penerapan protokol kesehatan (prokes) di sekolah.
 
 
Saat siswa dan guru datang semua dipantau hingga semua pulang ke rumah,” katanya didampingi Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi).
 
Dalam kesempatan tersebut Ganjar memberikan apresiasi kepada Bupati Tiwi yang mengambil langkah cepat dan sigap dalam penanganan penularan Covid-19 di dua sekolah. 
 
Kebijakan untuk melakukan isolasi terpusat dan juga menutup kegiatan ujicoba PTM merupakan langkah yang tepat. 
 
 
“Penanganan sudah bagus, mereka yang terpapar tidak diisolasi mandiri tapi  diisolasi terpusat di sekolah. 
 
Penanganan cepat, bagus dan ini menjadi pelajaran.
 
Keputusan bupati menghentikan PTM juga tepat,” ungkapnya didampingi Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi).
 
 
Ganjar juga menyampaikan terkait pelaksanaan PTM menurutnya sebaiknya Satgas Covid-19 melakukan pemantauan.
 
Langkah ini dilakukan juga untuk mengantisipasi penularan dalam kegiatan pendidikan. 
 
Ganjar juga mengimbau agar jika hendak melaksanakan PTM atau kegiatan di sekolah, pihak sekolah perlu melakukan koordinasi dan izin kepada Satgas Covid-19. 
 
 
“Menurut saya semua harus dipersiapkan. Mulai dari izin dan pemberitahuan jika ada kegiatan di sekolah,” lanjutnya.
 
Ganjar menambahkan guna mengantisipasi penularan Covid-19 di kegiatan pendidikan, antisipasi yang dilakukan tidak lain adalah dengan melakukan tes secara masif dan juga vaksinasi digencarkan. 
 
Bupati Tiwi dalam kesempatan yang sama mengatakan 64 siswa SMPN 4 Mrebet diketahui terpapar Covid-19  berdasarkan hasil rapid tes antigen.
 
 
Selanjutnya dilakukan PCR. Hasilnya, 20 siswa dinyatakan positif dan 44 anak tidak terkonfirmasi Covid-19.
 
“Jadi kalau yang awal baru rapid antigen, kita lakukan PCR ulang yang akurasinya memang lebih tinggi. Hasilnya, dari 64 anak yang berdasarkan hasil rapid antigennya positif ternyata hanya 20 anak yang PCRnya positif,” jelasnya.
 
Sebelumnya Sebanyak 151 pelajar di Kabupaten Purbalingga terpapar Covid-19. Masing-masing 90 siswa SMP 4 Mrebet dan 61 siswa SMP 3 Mrebet  Kecamatan Mrebet.
 
 
Hal itu diketahui setelah para siswa menjalani rapid tes antigen pada Senin 20 September 2021 dan Selasa 21 September 2021.
 
Selanjutnya kegiatan ujicoba PTM dihentikan sementara.

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasus Covid-19 Melandai, Purbalingga Uji Coba PTM

Selasa, 12 Oktober 2021 | 17:46 WIB

Sepeda Motor Misterius Terparkir Dua Hari di Kebun

Kamis, 7 Oktober 2021 | 18:54 WIB

Ini Kronologi Munculnya Klaster Sekolah di Purbalingga

Selasa, 21 September 2021 | 18:55 WIB

Simulasi Pembukaan Destinasi Wisata Dievaluasi Berkala

Jumat, 17 September 2021 | 19:11 WIB
X