Usai Tes Ulang PCR, Hanya 20 Siswa SMP 4 Mrebet yang Positif Covid-19

- Rabu, 22 September 2021 | 20:39 WIB
Sejumlah siswa SMP 4 Mrebet Purbalingga yang mengikuti isolasi terpusat . (SM Banyumas/Ryan Rachman)
Sejumlah siswa SMP 4 Mrebet Purbalingga yang mengikuti isolasi terpusat . (SM Banyumas/Ryan Rachman)



PURBALINGGA , suaramerdeka-banyumas.com- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purbalingga melakukan tes ulang PCR terhadap 64 siswa SMP 4 Mrebet yang awalnya terkonfirmasi reaktif terpapar Covid-19.

Hasilnya, hanya 20 orang yang dinyatakan positif.

Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi), Rabu (22/9/2021). Bupati Tiwi menjelaskan tes PCR dilakukan karena akurasinya lebih tinggi dibanding dengan rapid antigen.

Baca Juga: Ini Sejumlah Hal Soal Kerajaan Angling Dharma di Pandeglang Banten yang Sedang Viral

"Sebanyak 64 siswa SMP mengikuti tes rapid PCR. Hasilnya, 20 siswa dinyatakan positif dan 44 anak tidak terkonfirmasi Covid-19," katanya bersama Kapolres Purbalingga, AKBP AKBP Era Johny Kurniawan.

Menurutnya, sebelumnya ada 90 siswa sekolah setempat yang dinyatakan reaktif Covid-19 melalui hasil tes rapid antigen.

Pemkab melalui Tim Gugus Tugas Covid-19 melakukan isolasi terpusat (isoter) di sekolah itu. Namun hanya 64 siswa yang menjalani isoter.

Baca Juga: Ini Enam Fakta Andi Merya Nur Bupati Kolaka Timur yang Kena OTT KPK

Nah, 20 siswa yang terkonfirmasi positif, kata Tiwi, akan dipisah dari 44 siswa yang hasil PCR-nya negatif.

Sementara, 26 siswa yang belum menjalani isolasi terpusat dan melakukan PCR ulang nantinya akan dijemput oleh petugas kesehatan.

“Jadi dari 90 ini ternyata ada 26 yang belum melakukan isolasi terpusat, mungkin orang tuanya belum memperbolehkan, ini yang nanti akan kita jemput bola ke rumah masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga: Dukung Program Pemerintah, Pegadaian Siapkan 20 Ribu Dosis Vaksin

Kemudian, meskipun 44 siswa dinyatakan negatif melalui tes PCR ulang, mereka belum diizinkan pulang hingga masa isolasi mandiri selesai.

Kurang lebih selama 10 hari para siswa akan menjalani isolasi mandiri terpusat yang dipantau langsung oleh tenaga kesehatan dan tim gugus tugas Covid-19.

“Walaupun sudah dinyatakan negatif, tapi mereka sudah kontak langsung dengan yang terpapar Covid-19 sehingga harus tetap menjalani isolasi terpusat, dan nantinya akan dikelompokan oleh petugas,” pungkasnya.

Baca Juga: Viral! Talud Ambrol Dipukul dengan Tangan Kosong, Anggota DPRD Banjarnegara Ngamuk saat Sidak Proyek

Seperti diberitakan sebelumnya, selama dua hari terakhir muncul klaster penyebaran Covid-19 di dua sekolah yaitu SMP 4 Mrebet di Desa Tangkisan dan SMP 3 Mrebet di Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet.

Di SMP 4 Mrebet terdapat 90 siswa yang terkonfirmasi positif terpapar Covid-19 setelah dilakukan tes Swab Antigen pada Senin (20/9). Sedangkan di SMP 3 Mrebet ada 61 siswa yang terkonfirmasi positif

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasus Covid-19 Melandai, Purbalingga Uji Coba PTM

Selasa, 12 Oktober 2021 | 17:46 WIB

Sepeda Motor Misterius Terparkir Dua Hari di Kebun

Kamis, 7 Oktober 2021 | 18:54 WIB

Ini Kronologi Munculnya Klaster Sekolah di Purbalingga

Selasa, 21 September 2021 | 18:55 WIB

Simulasi Pembukaan Destinasi Wisata Dievaluasi Berkala

Jumat, 17 September 2021 | 19:11 WIB
X