Muncul Dua Klaster Sekolah di Purbalingga, 151 Siswa Diisolasi Terpusat

- Selasa, 21 September 2021 | 18:25 WIB
ISOLASI TERPUSAT: Siswa SMP 4 Mrebet yang dinyatakan terpapar Covid-19 mulai menjalani isolasi terpusat di sekolah setempat, Selasa, 20 September 2021. (SMBanyumas/Ryan Rachman)
ISOLASI TERPUSAT: Siswa SMP 4 Mrebet yang dinyatakan terpapar Covid-19 mulai menjalani isolasi terpusat di sekolah setempat, Selasa, 20 September 2021. (SMBanyumas/Ryan Rachman)

PURBALINGGA, suaramerdeka-banyumas.com - Klaster penyebaran Covid-19 muncul pada dua sekolah di Kabupaten Purbalingga menjadi kabar yang cukup mengejutkan masyarakat.

Selama dua hari terakhir muncul klaster penyebaran Covid-19 di dua sekolah yaitu SMP 4 Mrebet di Desa Tangkisan dan SMPN 3 Mrebet di Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet.

Di SMPN 4 Mrebet terdapat 90 siswa yang terkonfirmasi positif terpapar Covid-19 setelah dilakukan tes swab antigen pada Senin (20/9). Sedangkan di SMPN 3 Mrebet ada 61 siswa yang terkonfirmasi positif.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi saat mengecek persiapan isolasi terpusat di SMPN 4 Mrebet, Selasa, 21 September 2021, bersama jajaran Forkompinda Kabupaten Purbalingga, mengatakan, kasus ini harus menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk tidak abai terhadap protokol kesehatan.

Baca Juga: Angka Kesembuhan Covid-19 di Purbalingga 83,3 Persen

Meskipun sekarang daerah ini berada di level 3 Pembatasan Pemberlakukan Masyarakat (PPKM).

"Meskipun sekarang sudah PPKM level 3, kita tidak boleh abai pada protokol kesehatan. Kepada masyarakat Purbalingga, ingat, Covid-19 ini masih ada. Semua masih bisa tertular," katanya.

Terkait penanganan di SMPN 4 Mrebet, pihaknya melakukan langkah cepat melakukan isolasi terpusat.

Sebenarnya, Pemkab sudah menyiapkan tempat isolasi di eks-SMP negeri 3 Purbalingga, namun karena ada keinginan dari orang tua yang jauh dari rumah, akhirnya isolasi terpusat dilaksanakan di SMPN 4 Mrebet.

Baca Juga: Purbalingga Bentuk TIm Pemakaman Jenazah Covid-19 Tiap Desa

Para siswa tersebut, sebagian besar adalah orang tanpa gejala (OTG).

Karenanya untuk memastikan, Dinkes akan melakukan tes swab PCR sehingga hasil lebih akurat dapat diketahui.

Apabila nanti hasilnya yang negatif boleh pulang dan yang positif, isolasi akan terus dilakukan. Dari yang nantinya positif juga akan dilakukan tracing ke keluarganya.

"Isolasi, logistik dan sarana prasarana ditanggung oleh Pemkab. Orang tua tidak perlu khawatir karena anaknya akan dipantau ketat oleh tim kesehatan sampai sehat dan dinyatakan negatif Covid-19," katanya.

Baca Juga: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Beli Alat Pendeteksi Covid-19 Varian Baru 'Mu'

Sementara itu, untuk penanganan siswa dari SMPN 3 Mrebet yang dinyatakan positif terpapar Covid-19, Pemkab rencananya akan melakukan isolasi terpusat bergabung bersama para siswa di SMPN 4 Mrebet.

Hal itu untuk memudahkan tenaga medis yang bertugas.

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasus Covid-19 Melandai, Purbalingga Uji Coba PTM

Selasa, 12 Oktober 2021 | 17:46 WIB

Sepeda Motor Misterius Terparkir Dua Hari di Kebun

Kamis, 7 Oktober 2021 | 18:54 WIB

Ini Kronologi Munculnya Klaster Sekolah di Purbalingga

Selasa, 21 September 2021 | 18:55 WIB

Simulasi Pembukaan Destinasi Wisata Dievaluasi Berkala

Jumat, 17 September 2021 | 19:11 WIB
X