Soal Pelecehan Seksual Balita di Banyumas, Pelaku Masih SMA, KPAI Tekankan UU Peradilan Pidana Anak

- Minggu, 12 September 2021 | 10:42 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual anak (SM/dok pixabay)
Ilustrasi pelecehan seksual anak (SM/dok pixabay)

BANYUMAS, suaramerdeka-banyumas.com-Wakil Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Rita Pranawati meminta kepada peradilan untuk memperhatikan UU Sistem Peradilan Pidana Anak terhadap kasus pelecehan seksual balita usia 3 tahun di Banyumas.

Ia makin prihatin karena kasus rudapaksa balita yang sedang disidangkan di Pengadilan Negeri Banyumas ini melibatkan pelaku pelajar SMA usia 16 tahun yang masih dalam satu lingkungan pergaulan dengan korban. 

“Pelaku ini sebenarnya berusia lebih dari 14 tahun, tetapi masih usia anak. Maka dari itu proses hukumnya harus sesuai dengan UU sistem peradilan pidana anak,” jelasnya.

Baca Juga: Daftar Cabor Banyumas yang Sumbang Atlet di PON Papua: Bola Tangan Kejutan, Sepak Takraw Menjanjikan

Melalui keterangan persnya kepada wartawan, dengan umur tiga tahun korban dipastikan korban mungkin belum mengerti betul apa yang terjadi.

Untuk itulah korban perlu pendampingan, dukungan serta rehabilitasi agar di masa depan tak terhantui trauma masa lalunya.

“Ini tidak mudah bagi korban karena masih anak kecil belum mengerti apa yang terjadi. Dan lebih pada situasi, yang ketahuan pertama adalah kekerasan fisik dialami.

Baca Juga: Siapkan Comic House, Bupati: Saya Ingin Ada Komikus Angkat Cerita Rakyat

Dia merasakan secara fisik, dan dampaknya tentu bisa ke psikologis. Bagaimana kemudian anak nanti bisa tumbuh dengan baik,” jelas Rita.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penderita Depresi asal Sumbang Mengamuk Bawa Celurit

Minggu, 2 Oktober 2022 | 12:00 WIB

Aliansi Masyarakat Cilongok Kembali Gelar Demo

Jumat, 30 September 2022 | 16:46 WIB

Warga Berharap Penertiban PGOT Diintensifkan Lagi

Jumat, 30 September 2022 | 06:17 WIB

Larasatun Ibunda Mayangsari Terkenal Ramah dan Supel

Rabu, 28 September 2022 | 07:57 WIB
X