Bupati Tersandung Korupsi, Tokoh Agama Banjarnegara Minta Masyarakat Tenang dan Tahan Diri

- Sabtu, 4 September 2021 | 11:26 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin Mantrianom KH M Chamzah Hasan. (SMBanyumas/istimewa)
Pengasuh Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin Mantrianom KH M Chamzah Hasan. (SMBanyumas/istimewa)

BANJARNEGARA, suaramerdeka-banyumas.com - Masyarakat Banjarnegara diminta untuk tetap tenang dan menahan diri pascapenetapan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono dan pengusaha Kedy Afandi sebagai tersangka kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (3/9/2021) malam.

Kubu pendukung dan kontra Bupati diminta untuk tidak saling mengejek yang dapat menimbulkan konflik horizontal.

Hal tersebut disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin Mantrianom KH M Chamzah Hasan.

"Ini adalah cobaan bukan hanya bagi Bupati, ini cobaan bagi kita warga Banjarnegara. Sehingga jangan memperkeruh dengan tindakan yang menimbulkan konflik lebih luas lagi," katanya.

Baca Juga: Bupati Jadi Tersangka, Spanduk Dukung KPK Usut Korupsi Terpampang di Alun-alun Banjarnegara

Dia memahami, di tingkat bawah sudah ada kelompok masyarakat yang mendukung Bupati maupun yang kontra.

Potensi munculnya konflik horizontal cukup besar lantaran masing-masing kubu masih mempertahankan opininya.

Hal tersebut dapat memancing emosional dan menimbulkan konflik yang dapat berujung konflik fisik.

"Kita yang di lapangan paham persis. Masyarakat masih terkotak-kotak, ini sangat rawan kalau disulut. Jadi saya berharap semuanya untuk tidak saling menjatuhkan atau menjelekkan," tambahnya.

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PHRI Banjarnegara Optimistis Pariwisata Terus Tumbuh

Selasa, 15 November 2022 | 19:58 WIB

PRM Petambakan Gelar Salat Gerhana Bulan

Rabu, 9 November 2022 | 08:23 WIB

Lokasi Longsor Bantar-Suwidak Dipasang EWS

Rabu, 2 November 2022 | 12:22 WIB
X