Perlon Unggahan Banokeling, Bonokeling Rutin Diikuti Ribuan Orang,Pandemi Covid 2020 Hanya Diikuti 12 Orang

- Jumat, 17 Maret 2023 | 09:10 WIB
PEREMPUAN anak cucu Banokeling saat antre sebelum berangkat ziarah ke makam Kyai Banokeling saat perlon unggahan (SM Banyumas/Susanto)
PEREMPUAN anak cucu Banokeling saat antre sebelum berangkat ziarah ke makam Kyai Banokeling saat perlon unggahan (SM Banyumas/Susanto)

Banyumas, suaramerdeka-Banyumas.com- Perlon Unggahan adalah tradisi atau ritual ziarah massal yang cukup kolosal diikuti oleh ribuan warga pengikut Banyumas.suaramerdeka.com/tag/Banokeling">Banokeling atau disebut sebagai anak putu atau anak cucu Banyumas.suaramerdeka.com/tag/Banokeling">Banokeling. 

Komunitas adat atau kepercayaan tersebut lebih akrab menyebutnya Kyai, Eyang Banyumas.suaramerdeka.com/tag/Banokeling">Banokeling meskipun di luar komunitas mereka menyebutnya Banyumas.suaramerdeka.com/tag/Bonokeling">Bonokeling, atau Banyumas.suaramerdeka.com/tag/Banakeling">Banakeling. 

"Kami menyebutnya Banyumas.suaramerdeka.com/tag/Banokeling">Banokeling bukan Banyumas.suaramerdeka.com/tag/Bonokeling">Bonokeling atau Banyumas.suaramerdeka.com/tag/Banakeling">Banakeling," kata Sumitro, juru bicara sekaligus pimpinan adat setempat selain Juru Kunci. 

Dikatakan sebagai tradisi kolosal yang menarik perhatian warga luar karena dari sisi pakaian, laku hingga lainnya, pengikut Banyumas.suaramerdeka.com/tag/Banokeling">Banokeling ini punya kekhasan tersendiri. 

Baca Juga: Hari ini Perlon Unggahan Anak Putu Banokeling di Pekuncen Jatilawang, Ini Urutan Tradisinya

Anak putu Banyumas.suaramerdeka.com/tag/Banokeling">Banokeling ini berjalan kaki beriringan dari wilayah Cilacap yang berjarak puluhan kilometer ke Desa Pekuncen yang berada di bagian selatan barat Kota Purwokerto. 

Dari sisi pakaian, mereka juga mengenakan adat Jawa atau pakaian dari masa lampau. 

Untuk pria mereka akan mengenakan baju potong Jawa hitam atau gelap. 

Begitupun untuk perempuan akan mengenakan kebaya hingga kemben dan selembar kain putih panjang seperti selendang yang dikalungkan ketika hendak sowan ziarah ke Makam Kyai Banyumas.suaramerdeka.com/tag/Banokeling">Banokeling. 

Baca Juga: Jadwal Kuda Lumping Hari Ini di Banyumas Raya, Ada Pementasan Malam Hari

Untuk rute perjalanan mereka yang berpuluh kilometer terutama dari wilayah Kabupaten Cilacap, anak putu Banyumas.suaramerdeka.com/tag/Banokeling">Banokeling ini akan saling menjemput dan bertemu. 

Dimulai dari yang terjauh mereka akan bertemu dengan kerabatnya yang disatukan oleh persamaan kepercayaan dan ajaran. 

Maka dari sambung menyambung itulah, ribuan anak putu Banyumas.suaramerdeka.com/tag/Banokeling">Banokeling berjalan kaki menyatu lelaki perempuan tua muda. 

Mereka mempunyai kiblat yang sama yaitu Makam Kyai Banyumas.suaramerdeka.com/tag/Banokeling">Banokeling di Desa Pekuncen Kecamatan Banyumas.suaramerdeka.com/tag/Jatilawang">Jatilawang, Banyumas

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Intensitas Hujan Tinggi, Gumelar Waspada Longsor

Senin, 27 Maret 2023 | 21:30 WIB

Stok Darah PMI Banyumas di Bulan Puasa Aman

Sabtu, 25 Maret 2023 | 17:19 WIB

Diduga Sopir Mengantuk, Tronton Gandum Terguling

Jumat, 24 Maret 2023 | 17:18 WIB

Ada Bazar Ramadan, Pedagang Kuliner Tak Libur

Kamis, 23 Maret 2023 | 19:05 WIB
X