Lewat Desa Perikanan Pintar, Panembangan Ingin Jadi Ponggok Kedua

- Jumat, 10 Maret 2023 | 23:16 WIB
SVARGA MINAPADI: Lokasi Svarga Minapadi Desa Panembangan Kecamatan Cilongok yang menjadi lokasi unggulan Desa Perikanan Pintar.   (SM Banyumas/Susanto)
SVARGA MINAPADI: Lokasi Svarga Minapadi Desa Panembangan Kecamatan Cilongok yang menjadi lokasi unggulan Desa Perikanan Pintar. (SM Banyumas/Susanto)

BANYUMAS, suaramerdeka-banyumas.com-Lewat program unggulan Smart Fishery Village (SFV) atau Desa Perikanan Pintar, Desa Panembangan Kecamatan Cilongok bercita-cita mendongkrak pendapatan asli desa (PADes).

"Kami berharap ke depan Panembangan menjadi seperti Desa Ponggok. Kami ingin jadi Ponggok kedua," kata Kepala Desa Panembangan Untung Sanyoto saat menerima kedatangan 33 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Merdeka Belajar Kurikulum Merdeka (KKN MBKM) Membangun Desa dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, di Balai Desa Panembangan, Jumat 10 Maret 2023.

Terkait cita-cita peningkatan PADes tersebut, kata Untung, pihaknya membutuhkan dukungan berbagai pihak termasuk kalangan akademisi. Jika di belakang Ponggok ada UGM, Panembangan berharap bisa mendapatkan bantuan dan dukungan dari Unsoed.

Baca Juga: Dinilai Kenakan Pakaian Terlalu Terbuka, Amanda Manopo Disorot Netizen Kembali

"Belajar dari Desa Ponggok yang di belakangnya ada UGM, semoga kami punya akses ke Unsoed. Kami berharap dengan dukungan berbagai pihak inilah mimpi kami dalam menyejahterakan desa maupun masyarakat bisa terwujud," katanya.

Dengan dukungan berbagai pihak, kata Untung, Panembangan sebagai SPV terus dikembangkan dan dirintis. Untuk pendapatan saat ini masih belum naik signifikan karena masih di angka Rp 400 juta per tahun.

"Kami sedang mengembangkan Svarga Mina Padi semoga ke depan dengan berbagai sentuhan, maka proyeksi wisata dapat berjalan sesuai harapan. Sehingga kami bisa menahan wisatawan yang datang ke sini dengan waktu lama. Sekarang masih terkendala untuk transit dan home stay," jelasnya.

Baca Juga: Erick Thohir Apresiasi BRI sebagai Best of The Best Communication dalam Ajang BCOMSS 2023

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Dr Norman Arie Prayogo SP menyatakan dipilihnya Panembangan sebagai desa tempat KKN MBKM Membangun Desa ini tak serta merta dilaksanakan.

Hal ini dilaksanakan agar mahasiswa Unsoed yang melaksanakan kegiatan ini benar-benar bisa belajar dan saling berbagi dengan masyarakat.

"Kami berharap nantinya setelah terjun dan kembali ke dunia kerja ataupun masyarakat setelah lulus nanti, mahasiswa sudah siap. Untuk itulah enam C perlu diketahui dan dilaksanakan mahasiswa dalam kegiatan ini ataupun sampai kapanpun," katanya.

Baca Juga: Warga Cilacap Ditangkap Polisi, Diduga Oplos Gas LPG Melon ke Tabung 12 Kg

Untuk 6 C yang dimaksud adalah Conclusion Logic, Creativity, Critics Tinking, Collaboraty, Communicate, dan Care. Dengan bisa mengambil kesimpulan secara logis, kreatif, berpikir kritis, bisa berkolaborasi, berkomunikasi dan peka peduli, maka mahasiswa bisa diterima dan bermanfaat di masyarakat.

"Pandemi mengajarkan kita banyak hal. Makanya soft skill perlu terus dibangun mahasiswa. Diharapkan setelah mereka lulus, mereka bisa mantap baik ketika harus kembali masyarakat dan masuk dunia kerja ," tegasnya usai penyerahan mahasiswa KKN MBKM Unsoed di Desa Panembangan.***

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Geger, Ditemukan Mayat Perempuan di Sungai Pelus

Selasa, 23 Mei 2023 | 10:21 WIB
X